PELATIHAN ESQ 165

Posted By: Hendra Bagus In: Artikel On: Comment: 0 Hit: 84

Tanggal 10 dan 11 Agustus 2017 kembali Mubarokfood mengadakan sejumlah kegiatan pelatihan. Pelatihan pada kesempatan kali ini adalah pelatihan ESQ yang bertemakan "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual".

Tanggal 10 dan 11 Agustus 2017 kembali Mubarokfood mengadakan sejumlah kegiatan pelatihan. Pelatihan pada kesempatan kali ini adalah pelatihan ESQ yang bertemakan "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual". 

Pelatihan ESQ adalah pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kepribadian dengan tujuan membentuk karakter tangguh yang memadukan konsep kecerdasan intelektual (IQ) yang berfunsi "What I Think" (apa yang saya pikirkan) untuk mengelola fisik atau materi, kecerdasan emosional (EQ) yang berfungsi "What I Fell" (apa yang saya rasakan) untuk mengelola kekayaan sosial, dan kecerdasan spiritual (SQ) yang berfungsi "Who am I" (siapa saya) untuk mengelola kekayaan spiritual secara terintegrasi dan transendental.

Pada hari pertama, para peserta masuk, di dalam sudah banyak peserta. Di depan audience, para native speaker (Yus Ibnu Yasin) sudah siap menyambut peserta dan memperkenalkan diri beserta pelatih-pelatih yang lain.

Dalam pengantarnya, Yus Ibnu Yasin  menjelaskan tentang training ESQ, “bahwa pelatihan ini tidak perlu ditulis, semuanya sudah lulus sambil dia ketawa. Setelah perkenalan selesai, lalu ia memutar dan membacakan ayat-yat suci Al-Quran yang berkaitan dengan kehidupan dan ke-Esaan Tuhan. Ia sendiri membaca dan memberikan penafsiran. Karena di depan sudah disiapkan papan yang sangat lebar sekali. Ketika ia membacakan ayat-ayat Al-Quran tadi baik yang berkaitan dengan kematian, tentang rezeki, tentang ke-Esaan Tuhan, semuanya itu dibarengi dengan iringan musik yang menggetarkan badan disamping juga suaranya yang lantang membuat peserta terhipnotis termasuk penulis.

Selanjutnya ia memberikan beberapa metodelogi terhadap peserta, setelah membacakan ayat-ayat tadi, sebelum acara ditutup diisi dengan permainan, olah raga fisik dan nyanyian kebanggaan ESQ. Lalu Yus Ibnu Yasin juga memperkenalkan ciri khas pelatihan ESQ, misalnya setiap selesai pelatihan dan mau istirahat dan sholat, peserta sesama jenis harus saling salaman dan cium pipi dan juga mengucapkan "pagi" kepada seluruh peserta training. "Jadi setiap peserta kalau ketemu pada peserta yang lain harus mengucapkan pagi, ini mengambil dari ayat Al-Quran yang berbunyi Wa Al-Dhuha, yang diartikan "pagi"."

Dan dia memperkenalkan juga ciri khas dan karakter pribadi ESQ tentang 7 (tujuh) budi utama: jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli, sambil memainkan tangan sesuai dengan petunjuknya.

Memasuki hari yang kedua, model penyampaian juga tidak jauh berbeda dengan hari pertama, tapi hari kedua penulis melihat seorang Yus Ibnu Yasin benar-benar membuat hipnotis peserta dengan ayat-yat Al-Quran yang dia tafsirkan serta sebab turunnya ayat (asbabul nuzul). Peserta di sini benar-benar dibuat histeris, menangis melihat apa yang disampaikanoleh Yus Ibnu Yasin yang diiringi suara musik. Lampu dimatikan, peserta duduk lesehan, dan di depan sudah siap memutar ayat-ayat Al-Quran. Peserta mendengarkan dengan khusyuk, ingat pada dosa, harus istigfar bahkan sebagian ada yang menangis sambil menyebut “Allahu Akbar”, “Astagfirullahal Adzhim, ampunilah dosa kami.” Kemudian, Yus Ibnu Yasin menambah velume suaranya yang lantang, peserta benar-benar terhiptonis oleh metodelogi yang dimainkan. Seakan-akan benar-benar terjadi gambaran tersebut.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kepada seluruh karyawan mubarok agar selalu ingat siapa kita, siapa yang telah memberikan kita rizki, dan siapa yang telah memberikan kita hidup. 

Comments

Leave your comment