Asal Usul Jenang Kudus

Posted By: Hendra Bagus In: Artikel On: Comment: 0 Hit: 11668

Bagaimana Asal-Usul Cerita Jenang Di Kudus? Yuk Kita Simak Ceritanya!!

Adakah yang sudah tau asal usul jenang Kudus? Kalau belum silahkan di baca artikel dibawah ini yang mungkin sekiranya bisa mendapatkan gambaran tentang jenang Kudus ini.

Kudus merupakan kota yang terkecil di Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai potensi yang dimilikimulai dari kekayaan industri, budaya, pertanian sampai pada makanan dan oleh-oleh khas Kudus. Pleh-oleh yang melekat karena citarasa yang khas tak lain adalah Jenang Kudus. Makanan ini terbuat dari tepung beras, santan, dan gula jawa.

Ada hal unik mengenai asal muasal Jenang di Kudus ini, beberapa narasumber menceritakan adanya Tradisi Tebokan. Kirab Tebokan merupakan salah satu bentuk pelestarian tradisi dan sejarah pembuatan jenang. hal itu tidak terlepas dari kisah Mbah Dempok dan cucunya. Konon, ketika Mbah Dempok Soponyono sedang bermain burung dara di tepi Sungai Kaliputu, cucunya tercebur dan hanyut. Meski tertolong, cucu Mbah Dempok diganggung Banaspati, makhluk halus berambut api. Sunan Kudus menyimpulkan cucu Mbah Dempok telah tiada, tetapi Syekh Jangkung menyatakan cucu Mbah Dempok mati suri. Untuk membangunkannya, Syekh Jangkung meminta ibu-ibu membuat Jenang Bubur Gamping untuk menyuapi si anak. Disebut Jenang Bubur Gamping karena terbuat dari Tepung Beras, Garam dan Santan Kelapa. Mitos itulah yang melatarbelakangi berkembangya industri jenang Kudus. Mitos itu pulalah yang menginspirasi ibu-ibu Desa Kaliputu bekerja di industri Jenang Kudus.

Namun ada cerita lain yang melatarbelakangi adanya jenang di Kudus. Menurut cerita rakyat, jenang kudus lahir ketika Sunan Kudus (salah satu anggota Wali Sanga) menguji kesaktian salah satu muridnya yang bernama Syekh Jangkung alias Saridin dengan myuruhnya memakan bubur gamping di tepi sungai Gelis diwilayah Desa Kaliputu. Padahal, gamping adalah salah satu hasil tambang yang sebagian besar mengandung kalisium karbonat dan biasanya dicampur dengan semen untuk digunakan sebagai bahan pembauatan tembok.

Ternyata Saridin tetap segar bugar sehingga Sunan Kudus berucap, "Suk nek ono rejaning jaman wong Kaliputu uripe seko jenang." Artinya leboh kurang, jika suatu saat kelak sumber kehidupan warga Desa Kaliputu berasal dari usaha pembuatan jenang.

Comments

Leave your comment