Lintas Sejarah Produk Generasi II

Posted By: Hendra Bagus In: Sekilas Tentang Mubarokfood On: Comment: 0 Hit: 1003

Thomas cup, Viva, Mabrur dan Mubarok

H. A. Shocib bukan sosok yang cepat berpuas diri dengan "prestasi" yang diraih. Ia pun terus berupaya memperluas pasar jenang hasih produksinya. Jika sebelumnya, jenang bermerk dagang "Sinar Tiga Tiga" tersebut dikemas anyaman daun pandan dan ditaruh di tebok kecil (tampah dengan diameter +20 cm), maka pada tahun 1960, ia memuali era baru. Kemasan jenang hasil produksinya dikemas lebih "cantik" dengan ditaruh dalam plastik dan kertas putih (slop) dengan gambar dan tulisan Sinar Tiga Tiga. Ukuran kemasan baru tersebut dibuat lebih ramping, karena berat bersihnya 250 gram (1/4 kilogram).


                 Sinar Tiga Tiga 250 g

Rupanya langkah ini sukses. Peminat Jenang Sinar Tiga Tiga pun kian meluas. Dan hebatnya lagi meski sudah berusia 50 tahun atau setengah abad, namun merk ini tetap dipertahankan lantaran masih laku di pasaran.

"Padahal idealnya, sebuah merk harus diganti dalam jangka waktu tertentu. Hal ini untuk menyiasati agar konsumen tidak jenuh, namun khusus jenang prapatan dengan merk Sinar Tiga Tiga ini adalah pengecualian. Sehingga samapi sekarang masih kita Produksi," jelas Hilmy.

Lalu pada tahun 1975, H. A. Shochib mencoba inovasi baru. Dengan merk dagang yang sama (Sinar Tiga Tiga), ia mencoba membuat jenang dengan aroma coklat dan melon dalam kemasan kardus berwarna dengan berat +20 gram per butir.


                Sinar Tiga Tiga Kemasan Kardus

Lalu, kurun waktu 1978 - 1980, lagi lagi, H. A. Shochib mencoba inovasi lainnya. Ia berusaha memanfaatkan peluang saat prestasi olahraga bulutangkis melejit. Maklum saja, selain gemar dengan sepak bola, H. A. Shochib juga kepincut dengan olahraga bulu tangkis. Oleh karena itu, ia mencoba peruntungan dengan mengambil merk "Thomas Cup". Thomas Cup merujuk pada prestasi atlet bulu tangkis Indonesia yang waktu itu kerap merebut piala bergengsi itu. Rencananya, "Thomas Cup" ini akan dijadikan merk jenang yang akan diedarkan di wilayah Ibu Kota, Jakarta.

"Namun, karena dirasa kurang diterima pasar, maka merk Thomas Cup diganti kosa kata dari bahasa Latin yakni "Viva" yang berarti hidup," papar Hilmy.

Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, Perusahaan Jnang Sinar Tiga Tiga (PJ Tiga Tiga) yang dipimpin H. A. Shochib juga melahirkan dua merk lain yakni Mubarok dan Mabrur. Praktis, pada masa itu, ada empat merk yang beredar yakni Sinar Tiga Tiga, Viva, Mabrur dan Mubarok. Agar lebih menarik, produk jenang itu pun diberi sentuhan aroma Durian, Nangka, dan Mocca yang ditaruh dalam kemasan kardus berwarna dengan berat bersih + 20 gram. Area pemasaran pun tidak lagi hanya di wilayah Kudus dan sekitarnya saja, namun juga sudah mulai merambah kabuptaen/kota lain di Jawa Tengah, Daerah Istiewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

    
               Produk Jenang Mabrur                               Produk Jenang Mubarok

Meski begitu, kata Hilmy Merek Mubarok rupanya lebih mudah dikenal oleh masyarakat. Arti dari merk itu adalah usaha yang dijalankan tidak hanya sekedar laku, namun juga membawa berkah. Akhirnya, sejak tahun 1980-an hingga sekarang, merk Mubarok dijadikan brand jenang hasil produksi generasi turun temurun ini.

"Nama perusahaan pun akhirnya diambil dari merk itu." kata Hilmy.

Upaya keras tak kenal lelah H. A. Shochib Mabruri lambat laun terus berbuah. Produk-produk jenang hasil produksi home industry yang dikerjakannya bersama istri Hj. Istifaiyah laris manis di pasaran. Nah, kondisi ini rupanya memicu terjadinya persangan uaha yang tidak sehat dari sejumlah produsen jenang yang ada di Kudus. Sadar bahwa jenang produksi H. A. Shochib dan Hj. Istifaiyah laku keras dan diburu pembeli, para kompetitor ini pun berusaha menjiplak merk yang mirip. Mereka berupaya melabeli jenang hasil produksinya dengan nam, lambang atau simbol yang menyerupai produk-produk Jenang Kudus Mubarok. Kuat dugaan, "merek jiplakan" tersebut sengaja dibuat untuk mengelabui pembeli agar mereka membeli jenang dengan merk yang mirip produksi Mubarok tersebut.

  
                                                 Contoh produk-produk tiruan yang menyerupai produk Jenang Kudus Mubarok

Upaya penjiplakan ini tidak terlepas dari popularitas Jenang Kudus Mubarok. Berdasarkan hasil survey di lapangan, pangsa pasar (market share) produk makanan berupa jenang baik untuk wilayah Kudus, Jawa Tengah, wilayah Jawa hinga nasional hingga ini memang masih dipeang oleh produk-produk buatan Jenang Kudus Mubarok. Angkanya hampir mendekati 50%. Sedangkan sisanya, dibagi untuk produk buatan kompetitor yang jumlahnya puluhan unit usaha.

Comments

Leave your comment