Tahun Generasi Ketiga

Posted By: Hendra Bagus In: Sekilas Tentang Mubarokfood On: Comment: 0 Hit: 688

Dari Tradisional ke Modern

Mengurus sebuah perusahaan keluarga yang sudah berjalan puluhan tahun, tentu bukan pekerjaan mudah. Jika perusahaan tersebut masih bisa eksis, itu sudah prestasi tersendiri. Apalagi jika bendera perusahaan tersebut kian berkibar dan semakin diakui ekstensinya baik di dalam negeri maupun luar negeri, tentu ada orang-orang "luar biasa" di belakang layarnya.

Pada tahun 1992, H. A. Sochib Mabruri, menyerahkan tongkat estafet pengelolaan perusahaan kepada anaknya yakni H. Muhammad Hilmy, SE. Sejak saat itu pula, era generasi ketiga perusahaan yang bergelut dalam bidang bisnis makanan tradisional ini pun dimulai.

Waktu itu, berbagai produk perusahaan ini sudah merambah daerah lain di luar Kudus. Kendati demikian, sangat disayangkan status kepemilikan usaha pada masa itu belum jelas. Karena tidak diketahui dengan pasti badan usaha yang dijalankan, apakah berbentuk firma (CV) atau persero (PT).

Di tangan pria yang akrab disapa Hilmy ini, berbagai sentuhan untuk kemajuan perusahaan yang sudah berjalan tig generasi ini rupanya bukan sekedar tempelan gelar belaka. Lewat berbagai sentuhan yang dilatar belakangi disiplin ilmu ini, Hilmy pun terus memperkaya inovasi yang ada di tubuh Mubarokfood. Tentu saja, sentuhan yang diberikan tidak asal-asalan, namun dengan berlandas teori yang sudah teruji maupun polesan teknologi diberbagai lini.
"Istilahnya dari tradisional kita menuju modern," paparnya.

Seiring kemajuan yang dialami dalam bisnis makanan tradisional ini, bentuk usaha yang dikelola pun diperjelas dari bentuk perseorangan menjadi CV. Mubarokfood Cipta Delicia. Hilmy sendiri menduduki posisi sebagai direktur utama (Dirut).

Urusan organisasi dan manajemen perusahaan, Mubarokfood juga mengadopsi struktur layaknya perusahaan besar pada umumnya. Struktur organisasi ini dibuat mengikuti dinamika dan perkembangan zaman. Dalam struktur perusahaan, pemimpin tertinggi adalah direktur utama, sebagai pengambil keputusan. Meski begitu, tetap ada komunikasi dua arah yang aktif antara owner, komisaris dan direktur utama. Untuk pelaksanaan tugas sehari-hari, direktur utama dibantu direktur operasional. Sedangkan pemberi pertimbangan dan juga sekaligus control terhadap kebijakan yang diambil direktur utama dipercayakan pada konsultan manajemen perusahaan.
"Jadi kinerja masing-masing ada tolok ukurnya. Selain itu juga ada reward dan punishment, sehingga tidak bisa bekerja asal-asalan," sebut Hilmy.

Salah satu yang digarap serius selama kepemimpinan Hilmy adalah urusan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sistem manajemen karyawan juga diperbarui dan ditata dengan baik. Mindset, ketrampilan kompetensi ratusan karyawan di bawah payung Mubarokfood harus memenuhi kriteria kreativ, inovatif, profesional dan amanah. Kata yang disebut terkhir ini tak kalah pentingnya dengan kata lainnya. Kalau SDM sampai tidak amanah maka sedikit banyak tentu akan mengganggu jalannya perusahaan.
"Kita beberapa kali terpaksa memberhentikan karena yang bersangkutan tidak amanah. Kita ingin menciptakan manajemen perusahaan yang profesional dan bersih," ujarnya.

Selain itu, Mubarokfood juga melakukan pembangunan sejumlah fasilitas untuk menunjang produksi seperti laboratorium dan sarana pra sarana lainnya. Pembenahan dan peningkatan sarana produksi yang sejalandengan nafas modernisasi dilakukan pada tahun 1996, berupa mekanisasi pembuatan tepung beras ketan, pembuatan santan kelapa serta cara pengadukan (mixing) adonan jenang. Untuk uji mutu baik bahan baku maupun produk, juga dibangun laboratorium fisika dan kimia pada tahun 2000. Laboratorium ini berfungsi pula sebagai sarana pendukung program penelitian dan pengembangan produk (Research & Development).
"Protap dan standard operating procedure (SOP) juga kita ketatkan," ungkapnya.

Urusan pemasaran produk-produk Mubarokfood juga digarap dengan serius. Tentu saja, pola pemasaran yang dijalankan bukan cara konvensional dan "biasa-biasa" saja. Kelihaian jajaran Mubarokfood menggandeng kerjasama, baik dengan pihak swasta maupun instansi pemerintah layak diacungi jempol. Lewat langkah ini, produk-produk Mubarokfood pun menyapa peserta maupun pengunjung berbagai event pameran baik yang digelar diberbagai daerah di Indonesia, maupun luar negeri. Event pameran mancanegara yang pernah diikuti mulai dari Malaysia, Jepang, Singapura, China hingga Australia.

Salah satu momentum penting bagi Mubarokfood yakni saat ada gawe pemilihan makanan makanan daerah oleh Pemprov Jawa Tengah untuk makanan ringan bagi jamaah haji asal provinsi ini. Dari beberapa jenis makanan daerah yang diusulkan, rupanya Jenang Kudus Mubarok yang dipilih. Mulailah, jenang dijadikan sajian bagi jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Solo.

Sukses ini menginspirasi Hilmy untuk terus berinovasi. Ia pun merajut kerjasama dengan maskapai penerbangan lainnya. Dan hasilnya, sejak tahun 2000, Jenang Kudus Mubarok dipercaya menjadi snack khusus jamaah haji Embarkasi Jawa Tengah dari maskapai penerbangan Garuda. Lalu, pada tahun 2006, Jenang Kudus Mubarok juga dipercaya Garuda Indonesia sebagai snack untuk penerbangan reguler Semarang - Jakarta. Dan sejak tahun 2009, Jenang Kudus Mubarok dipercaya Saudi Airlines sebagai snack untuk penerbangan jamaah haji Embarkasi Surabaya. Lewat berbagai inovasi itu, ketenanran Jenang Mubarok kini tidak hanya menjangkau masyarakat Indonesia, tetapi juga mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hongkong hingga Abu Dhabi dan Arab Saudi.

"Tahun 2012, kita juga menargtkan kerjasama-kerjasama dengan maskapai penerbangan lainnya. Kita bertekad Jenang Kudus Mubarok bisa mendunia," ujarnya.

Comments

Leave your comment