Cermati Sebelum Membeli
Awas Produk Tiruan !
Jenang, saat kita berkunjung ke Kudus pasti akan sering mendengar kata Jenang. Lalu apa itu jenang? Jenang adalah salah satu jenis makanan tradisional di Indonesia. Jenang bahan utamanya terdiri dari tepung beras ketan, gula aren dan gula Jawa. Jenang Kudus sering di kaitkan dengan legenda Mbah Dempok dan Cucunya. Seperti yang kita tau, Cerita dimulai ketika cucu mbah Dempok dan Mbah Dempok bermain burung dara di tepi sungai dan karena terlalu asik main tiba-tiba cucu Mbah Dempok tercebur ke sungai. Kemudian Sunan Kudus yang kebetulan lewat menyimpulkan kalau cucunya mbah Dempok mati suri karena diganggu oleh Banaspati (makhluk halus berambut api), tetapi Syekh Jangkung (Saridin) murid dari Sunan Kudus berkata untuk membangunkannya kembali dengan dibuatkan jenang bubur gamping. Sejak saat itulah makanan yang dulunya bernama bubur gamping dikenal dengan nama Jenang.
Industri jenang di Kota Kudus sudah mulai dikenal di berbagai daerah, salah satunya jenang Mubarok. Jenang mubarok berdiri dari tahun 1910. Awalnya jenang dipasarkan di pasar "Bubar" Kudus (sekitar area parkir Makam Sunan Kudus) dan masih belum punya merk. Mulai tahun 1936 produk diberi nama menjadi "HMR" dengan menggunakan kemasan anyaman daun pandan dan baru tahun 1948 produk diberi nama "Sinar Tiga-Tiga" dengan kemasan anyaman daun pandan yang ditempel kertas bertuliskan Sinar Tiga-Tiga. Pada tahun 11960 barulah produk dengan merk dagang "Sinar Tiga-Tiga" yang dikemas dengan plastik dan dilapisi dengan kertas putih (slop) dengan gambar dan tulisan Sinar Tiga-Tiga berat bersih 250 g yang di pertahankan sampai sekarang.
Seiring dengan berkembangnya industri jenang, pada tahun 1978 - 1980 mulai memperkenalkan varian lain dari jenang "Sinar Tiga-Tiga" yang awalnya cuma rasa original kemudian diberikan merk dagang baru yaitu : Viva, Mabrur, dan Mubarok. Untuk varian rasa yaitu : Durian, Nangka, dan Mocca yang mulai di pasarkan di daerah Kudus, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Barulah pada tahun 1992 2009 merk dagang yang digunakan yaitu Viva, Mabrur, Mubarok, dan Sinar Tiga-Tiga. Untuk varian rasa yaitu : Durian, Cocopandan, Cappucino, Susu, Anggur, Strawberry, Melon, dan Nanas. Untuk area pemasaran juga semakin luas yaitu daerah Jawa, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Manca Negara. Pada pertengahan tahun 2010 Produk mubarok juga memperkenalkan merk dagang baru yaitu Jawa Rasa, Baginda, dan Semesta dengan varian rasa Coklat Susu, Mocca Cappucino, Durian, Kelapa, Muda, dan Sirsat. Kemasan yang digunakan adalah kemasan mika dan toples plastik.
Semakin bertambahnya permintaan produk, Mubarok juga semakin menambah varian produk yang dibuat salah satunya adalah Dodol dan Coklat. Dodol muali diperkenalkan pada tahun 2011 sampai sekarang. Dodol mempunyai tekstur yang berbeda dengan jenang. kalau jenang mempunyai tekstur yang lembut, dodol justru mempunyai tekstur yang agak keras di luar tetapi lembut didalam. Untuk Varian coklat yang dipasarkan berbeda dengan coklat pada umumnya. Coklat mubarok lebih unik karena didalamnya ada jenang yang dibalut dengan coklat. Jadi kita yang suka coklat dapat menikmati dua varian rasa dalam satu gigitan yang pasti akan terasa nikmat dalam setiap gigitannya. Nama produk yang digunakan yaitu Citra Persada, Asia Pacific, Classico, Claszeto, Asia Pacific, Dodol Bali, dan Al-Madina. Untuk varian rasa yaitu durian, Coklat Susu, Jahe Susu, Original, Rumput Laut, dan Kurma.
Setelah sukses dengan produk Jenang dan Dodol, Mubarok tidak kehabisan ide untuk memanjakan konsumen setianya. Pada pertengahan tahun 2014 produsen jenang mubarok mulai memperkenalkan brownies kepada konsumennya dengan Merk Amazing Brownies. Untuk varian rasa yaitu : Brownies Original, Brownies Jenang, Brownies Cocktail, Brownies Dodol, Brownies Tiramisu, Brownies Kismis, Brownies Kurma, Brownies Lava Keju, Brownies Lava Coklat, dan Brownies Wijen.
Terlepas dari sebuah kesuksesan pasti akan ada pesaing, karena ibarat semakin tinggi sebuah pohon maka akan semakin kencang angin yang berhembus, begitu juga dengan bisnis. Semakin produk kita terkenal pasti akan banyak pesaing-pesaing yang akan muncul entah meniru produk, berusaha menjatuhkan dll. Contohnya kita sedang pergi ke tempat wisata, pasti akan di temui banyak sekali pedagang yang menjual oleh-oleh dan menawarkan produk-produk yang di tawarkan kepada kita. Jika kita cermati lebih detail, produk-produk yang ditawarkan juga pasti bermacam-macam dan memiliki berbagai merk. Kita ambil contoh saja, produk-produk yang mirip dengan mubarok juga sangat banyak beredar di pasaran dengan menawarkan berbagai varian rasa, dan harga yang bisa di bilang lebih murah pasti akan banyak memikat para konsumen padahal konsumen tidak tahu kalau produk yang dibeli adalah produk tiruan karena dari segi bentuk dan kemasan yang sangat mirip dengan kemasan aslinya. Jadi untuk pengalaman bagi kostumer setia kita jenang mubarok perlu diperhatikan mulai dari nama, kemasan, dan logo karena jika kita tidak cermat dalam membeli bisa jadi kita akan kecewa dan jangan pernah tergiyur dengan harga yang murah karena dengan harga yang murah tentu saja kualitasnya belum tentu bagus. Jadi pesan dari Admin, Jika kita hendak belanja dan membeli sesuatu pastikan dahulu dengan teliti karena tidak bisa jadi nanti kita akan kecewa karena tidak teliti dalam membeli. Sekian yang dapat Admin sampaikan, jika ada salah kata atau tutur kata yang kurang berkenan di hati pembaca Admin meminta maaf yang sebesar besarnya. Terima kasih. Mubarokfood..... Yes.....









